Adventure Time - Penguin

Jumat, 07 Desember 2018

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA FISIOTERAPI “DEBIT ALIRAN FLUIDA”

“DEBIT ALIRAN FLUIDA”

11.      Tujuan
a.       Agar mengetahui apa itu fluida
b.      Agar dapat menemukan hubungan antara debit aliran fluida dengan jari-jari pembuluh.
c.       Agar dapat menemukan hubungan antara debit aliran fluida dengan tekanan fluida.
d.      Agar dapat menemukan hubungan antara debit aliran fluida dengan viskositas fluida.
12.     Dasar Teori
Fluida
Fuida adalah suatu zat yang bisa mengalami perubahan-perubahan bentuknya secara continue/terus menerus bila terkena tekanan/gaya geser walaupun relative kecil atau bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir, kata fluida mencakup zat cir, gas, air, dan udara, karena zat-zat ini dapat mengalir.
Sebaliknya batu dan benda-benda keras (seluruh zat-zat padat tidak dapat dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat tersebut tidak bisa mengalir secara continue). Fluida adalah gugusan yang tersusun atas molekul-molekul dengan jarak pisah yang cukup besar untuk gas dan jarak pisah yang cukup kecil untuk zat cair. Molekul-molekul tersebut tidak dapat terikat pada suatu sisi, melainkan zat-zat tersebut saling bergerak bebas terhadap satu dengan yang lainnya.
            Fluida merupakan sautu zat-zat yang bisa mengalir yang mempunyai partikel kecil sampai kasat mata dan mereka dengan mudah untuk bergerak serta berubah-ubah bentuk tanpa pemisahan massa.
            Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang. Fluida adalah benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara terus menerus karena gaya gesek yang bekerja terhdapnya.
Fluida dibagi menjadi 2 bagian diantaranya adalah :

1.      Fluida statis (fluida yang diam)
2.      Fluida dinamis (fluida yang bergerak)

Hukum Poiseuille
Apabila volume zat cair yang mengalir melalui penampangnya setiap detiknya disebut (D), maka menurut Poiseuille volume zat cair yang mengalir akan sama dengan tekanan zat cair dibagi dengan hambatan alirannya.
1.      Debit adalah banyaknya volume aliran dalam fluida persatuan waktu.
2.      Fluida adalah zat yang dapat mengalir termasuk didalmnya zat cair dan gas.
Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi laju alir zat cair pada pembuluh, yaitu :
a.       Panjang pembuluh
b.      Diameter pembuluh
c.       Viskositas/kekentalan zat cair
d.      Tekanan 
D =  (P1 – P2) / 8η L
Keterangan :
D = debit aliran = volume aliran / waktu
r = jari-jari pembuluh
(P1 – P2) = selisish tekanan fluida
η = viskositas (kekentalan) fluida
L = panjang pembuluh
Satuan viskositas = N s/m2 = pa.s = pas
Viskositas air = 1 mili pas
Viskositas darah = 1 – 3 mili pas
Dari hukum Poiseuille terlihat adanya hubungan sebagai berikut :
a.       Debit berbanding lurus dengan pangkat empat jari-jari pembuluh.
b.      Debit berbanding lurus denga selisih tekanan fluida.
c.       Debit berbanding terbalik dengan viskositas fluida.
d.      Debit berbanding terbalik dengan panjang pembuluh.
Dalam konteks medis, hokum ini dapat diterapkan untuk mengkaji hubungan antara debit aliran darah dengan jari-jari pembuluh darah, tekanan darah dan viskositas darah. Hokum poiseulla sangat berguna untuk menjelaskan mengapa pada penderita usia lanjut mengalami pingsan yang diakibatkan tekanan darah meningkat dan mengapa pada daerah akral (ujung) suhunya sangat dingin.
Jari-jari pembuluh dapat diubah-ubah dengan mengganti pembuluh dari berbagai ukuran. Selisih tekanan fluida merupakan selisih tekanan hdrostatis fluida pada posisi lubang pancuran dan pada posisi permukaan fluida dalam bejana berpancuran. Jika selisih tinggi fluida pada kedua posisi itu adalah h, maka selisih tekanan hidrostatis, P = ρgh dimana ρ adalah massa jenis viskositas fluida, g adalah percepatan gravitasi dan h adalah tinggi fluida. Viskositas fluida dapat diubah-ubah dengan mengganti konsentrasi larutan fluida. Untuk itu dalam percobaan ini, air akan ditambahkan sirup dengan berbagai konsentrasi.
3.      Alat dan Bahan
a.       Bejana berpancuran
b.      Pembuluh karet/plastic dengan beberapa ukuran jari-jari
c.       Gelas ukur
d.      Stopwatch
e.       Air
                  f. Sirup 
4.      Cara Kerja
A.    Debit sebagai fungsi jari-jari pembuluh.
1)      Bejana berpancuran di isi air sampai hamper penuh. Kran pancuran masih tertutup. Ukur tinggi air dalam bejana.
2)      Pembuluh dengan ukuran jari-jari tertentu, dihubungkan ke Bpancuran. Gelas ukur dipasang pada ujung pembuluh untuk menampung air yang keluar dari pembuluh.
3)      Tutup pancuran dibuka, bersamaan dengan stopwatch diaktifkan.
4)      Setelah selang waktu tertentu, (sebelum gela sukur penuh), stopwatch dimatikan.
5)      Amati dan catat volume air yang tertampung dalam gelas ukur.
6)      Ulangi kegiatan diatas dari 1 – 5, dengan mengganti-ganti ukuran jari-jari pembuluh.
7)      Catat data yang diperoleh pada lembar data D = f(r)
B.     Debit sebagai fungsi tekanan fluida
1)      Lakukan kegiatan seperti pada prosedur A, dengan mengubah-ubah tinggi air dalam bejana berpancuran. Jari-jari pembuluh tetap (pilih salah satu pembuluh).
2)      Catat data yang diperoleh pada lembar data D = f(P)
C.    Debit sebagai fungsi viskositas fluida
1)      Lakukan kegiatan seperti pada prosedur A, dengan mengubah-ubah viskositas fluida. Jari-jari pembuluhtetap (pilih salah satu pembuluh). Tinggi fluida juga tetap.
2)      Catat data yang diperoleh pada lembat data D = f(η)

5.      Analisis Data dan Pembahasan
A.    Data D = f(r)

Tinggi air, h = 9,2 cm

Panjang pembuluh, L1 = 114,5(Besar)  L2 = 107,5(Sedang) L3 = 97(Kecil)
Vikositas air, 1 mpas


No.
r (cm)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Selang kecil
1000
15:21
65,74
2.
Selang sedang
1000
10:41
96,15
3.
Selang besar
1000
7:46
134,04

B.     Data D = f(P)
Jari-jari pembuluh, r = 0,3 cm
Panjang pembuluh, L= 107,5 cm (sedang)
Viskositas air, 1 mpas
No.
h (cm)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Rendah
1500
9:40
159,57
2.
Sedang
1600
9:37
170,75
3.
Tinggi
2000
9:07
220,50

C.     Data D = f(η)
Jari-jari pembuluh, r = 0,45 cm
Panjang pembuluh, L = 114,5 cm (besar)
Tinggi fluida, h = 2,2 cm
No.
Konsentrasi (%)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Tanpa sirup
300
10:38
28,90
2.
Sedikit sirup
300 + 40
12:45
27,30
3.
Kental
300 + 40 + 160
16:39
30,50
Pembahasan Data
1)      Apa yang dapat terjadi jika seorang mengalami gejala penyakit pembuluh darah ?
Jawaban :
Sumbatan pada jaringan pembuluh darah berupa lemak yang berlebihan, sehingga pada aliran darah ke berbagai organ tubuh menjadi terganggu. Penyumbatan pembuluh darah ini biasanya dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, sperti stroke atau lumpuh, kolestrol tinggi, penyakit jantung, dan asam urat.
2)      Bagaimana menentukan tekanan fluida pada dasar bejana pancuran ?
Jawaban :
D = 4 (P1 –P2)/ 8L
D = debit aliran = volume aliran/waktu
r = jari-jari pembuluh = 3,14
(P1 –P2) = selisih tekanan fluida = viskositas fluida = panjang pembuluh
      Satuan viskositas = N s/m2 = Pa.s = Pas
      Viskositas air = 1 maps / mili pas
      Viskositas darah = 1-3 maps
3)      Bagaimana menentukan konsentrasi sirup dalam air ?
Jawaban :
Konsentrasi = x100%
4)      Bagaimana hubungan Antara konsentrasi dengan viskositas ?
Jawaban :
Pada konsentrai dangan viskositas tergantung dengan jenis zat yang terlarut dalam cairan tersebut. Cairan yang lebih encer dari air justru akan menurunkan viskositas larutan apabila kadarnya bertambah.
5)      Menurut hasil percobaan, bagaimana hubungan Antara :
a.       D dengan r
Data D = f(r)

Tinggi air, h = 9,2 cm
Panjang pembuluh, L1 = Besar L2 = Sedang  L3 = Kecil
No.
r (cm)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Selang kecil
1000
15:21
65,74
2.
Selang sedang
1000
10:41
96,15
3.
Selang besar
1000
7:46
134,04
Vikositas air, 1 mpas



b.      D dengan P
Data D = f(P)

Jari-jari pembuluh, r = 0,3 cm
Panjang pembuluh, L= 107,5 cm
Viskositas air, 1 mpas

No.
h (cm)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Rendah
1500
9:40
159,57
2.
Sedang
1600
9:37
170,75
3.
Tinggi
2000
9:07
220,50

c.       D dengan η
Jari-jari pembuluh, r = 0,45 cm
Panjang pembuluh, L = 114,5 cm
Tinggi fluida, h = 2,2 cm
No.
Konsentrasi (%)
V (cm3)
t (s)
D (cm3/s)
1.
Tanpa sirup
300
10:38
28,90
2.
Sedikit sirup
300 + 40
12:45
27,30
3.
Kental
300 + 40 + 160
16:39
30,50
6.      Kesimpulan
Berdasarkan dari percobaan, kita dapat menyimpulkan bahwa Hukum Poiseulle memperlihatkan bahwa makin kecil luas penampang pembuluh darah, maka besar kecepatan aliran, yang berarti makin besar pula tekanan yang dilakukan terhadap pembuluh darah. Jari-jari pembuluh merupakan factor yang sangat berpengaruh terhadap debit. Jika jari-jari pembuluh mejadi ½ r, maka debitnya menjadi 1/16 debit semula. Makin besar diameter penampang pembuluh, maka aliran akan mendapatkan tahanan semakin kecil, sehingga debit air semakin besar. Apabila tekanan zat cair/darah pada salah satu ujung pembuluh lebih tinggi dari ujung lainnya, maka zat cair/darah akan mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Jadi  aliran zat cair/darah berbanding langsung terhadap tekanan. Semakin kental suatu zat, maka semakin besar gesekan terhadap dinding pembuluh, akibatnya tahanan semakin besar.
Dari hasil praktikum pada viskositas dapat diubah dengan mengganti konsentrasi larutan fluida. Kecepatan yang mengalir berbeda sesuai dengan jari-jari pembuluh yang digunakan.

7.      Daftar Pustaka
a.       petunjuk
b.      Atkins,P.W.2006.Fisika jilid IV.Jakarta.Erlangga
c.       Lutfy,Stokes.2007.Fisika Dasar I.Jakarta.Erlangga
d.      Martoharsono, Soemanto.2006.Biokimia I. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta
e.       http://www.scribd.com. Hukum Poiseuilla. Di akses tanggal 1 desember 2018

Dosen Pengampu : Bpak Domi Severinus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anatomi Fisiologi Sistem Endokrin

MATA KULIAH   : Anatomi Fisiologi   POKOK BAHASAN  : Sistem Endokrin   SUB POKOK BAHASAN  : Kelenjar Endokrin, Hormon,  dan mekanisme...