“ALAT-ALAT
FISIOTERAPI”
1 1. Tujuan
a. Agar
mengetahui alat-alat fisioterapi
b. Agar
mengetahui fungsi dari alat-alat fisioterapi
c. Agar
mengetahui indikasi dari alat-alat fisioterapi
d. Agar
mengetahui kontra indikasi dari alat-alat fisioterapi
e. Agar
mengetahui cara menerapkannya kepada pasien
1 2. Dasar Teori
Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang
ditujukan kepada individu maupun kelompok untuk mnegembangkan, memelihara dan
memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan
menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik,
elektroterapeutis dan mekanis) pelatihan fungsi, komunikasi (permenkes No. 80
tahun 2013).
Seiring dengan berkembangnya zaman
dan ilmu pengetahuan teknologi saat ini, agar dapat mewujudkan fasilitas
pelayanan kesehatan yang baik dan pembangunan kesehatan dalam menyelanggarakan
upaya kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup yang optimal. Tempat untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik untuk promotif (peningkatan),
preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan) dan rehabilitative (pemulihan),
yang dilakuka oleh pemerintah daerah, dan masyarakat (PerMenkes No. 80 tahun
2013).
Sebagai salah satu cabang pelayanan
kesehatan, fisoterapi sering diapakai bergantian dengan terapi fisik. Dalam hal
menangani pasien, fisioterapi perlu adanya peralatan pendukung agar pelayanan
terhadap pasien lebih maksimal.
1 3. Alat dan Bahan
a. Alat
1) SWD
(Short Wave Diathermy)
2) MWD
(Micro Wave Diathermy)
3) US
(Ultra Sound)
4) IR
(Infra Red)
5) TENS
(Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
6) Parafin
Bath
7) UV
(Ultra Violet)
8) Hoot/Cool
pack
b. Bahan
1) Pasien
atau probandus
1 4. Cara Kerja
Petunjuk
Umum :
-
Siapkan alat
-
Siapkan pasien/probandus
-
Mendiagnosis pasien
-
Melakukan pemeriksaan sensibilitas
pasien
-
Memberikan edukasi kepada pasien
-
Merencanakan apa yang akan diberikan
kepada pasien
-
Melakukan tindakan yang telah
direncanakan
-
Lepaskan segala perhiasan yang pasien
kenakan terutama pada bagian yang akan diberikan terapi elektroterapi
-
Kenakan handuk untuk media menyerapnya
keringat
-
Posisikan pasien dengan senyaman mungkin
-
Pasien tidak boleh bergerak saat di
berikan eletroterapi
-
Melakukan re-evaluasi saat setelah
memberikan tindakan.
1) SWD
(Short Wave Diathermy)
-
Nyalakan alat
-
Pemanasan alat 5-10 menit
-
Jarak antara elektroda dengan pasien
5-10 cm atau 1 jenkal
-
Durasi pemakaian SWD sekitar 15-20 menit
-
Intensitas disesuaikan dengan toleransi
keadaan pasien
2) MWD
(Micro Wave Diathermy)
-
Nyalakan alat
-
Pemanasan alat 5-10 menit
-
Jarak antara eletroda dengan pasien
<10 cm dari kulit
-
Durasi pemakaian MWD sekitar 20-30 menit
-
Intensitas disesuaikan dengan toleransi
pkedaan pasien
3) US
(Ultra Sound)
-
Nyalakan alat
-
Berikan gel pada daerah yang akan
diterapi
-
Ratakan gel dengan tranduser
-
Durasi pemakaian US disesuaikan dengan
luas area yng dibagi dengan luas era
-
Intensitas disesuaikan dengan :
·
Aktifitas tinggi : dosis rendah (1-1,5
W/cm2)
·
Aktifitas sedang : dosis sedang (1-1,5-2
W/cm2)
·
Aktifitas rendah : dosis tinggi (2-3
W/cm2)
4) IR
(Infra Red)
-
Nyalakan alat
-
Panaskan alat, namus pada pemanasan
jangan menggunakan pemanasan dengan rasa panas yang tinggi
-
Jarak antara alat dengan pasien 40-50 cm
dari kulit
-
Durasi pemakaian IR sekitar 15-30 menit
pertitik untuk orang dewasa
1) TENS
(Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
-
Nyalakan alat
-
Tempelkan ped pada bagian tubuh pasien
yang akan diberikan TENS
-
Jarak antara alat dengan pasien 40-50 cm
dari kulit
-
Durasi pulsa >150 mikrodetik,
frkeuensi 150 hz.
5) Parafin
Bath
-
Nyalakan alat, tunggu hingga mencair
-
Celupkan kaki atau tangan kedalam cairan
parafin bath
-
Celupkan hingga 8–10x sampai terbentuk
sarung tangan tebal
-
Bungkus dengan handuk kering untuk
memperthankan panas
-
Durasi 15-20 menit
6) UV
(Ultra Violet)
-
Nyalakan alat
-
Posisikan pasien dengan senyaman mungkin
-
Tutupu semua bagian yang tidak diberika
UV
-
Bersihkan bagian yang akan di UV dengan
alcohol
-
Area yang akan diterapi dengan UV diberi
karbon hitam yang ada lobangnya
-
Untuk terapis harus memakai kacamata
-
Durasi perdetik (15-20)
-
Posisikan alat tegak lurus, saat
menggunakan UV
-
Jarak antara alat dengan pasien 60-90cm
dari kulit
7) Hoot/Cool
Pack
– Aplikasi Dingin
Masukan Sella Hot/Cold Pack ke dalam freezer selama 1 jam, lalu tempelkan ke bagian yang sakit. Cocok digunakan untuk mengurangi bagian tubuh yang memar, sakit gigi, sakit kepala dan menurunkan panas saat demam.
Dosen Pengampu : Ibu Jinten
– Aplikasi Dingin
Masukan Sella Hot/Cold Pack ke dalam freezer selama 1 jam, lalu tempelkan ke bagian yang sakit. Cocok digunakan untuk mengurangi bagian tubuh yang memar, sakit gigi, sakit kepala dan menurunkan panas saat demam.
–
Aplikasi Panas
Masukan Sella Hot/Cold Pack ke dalam microvawe selama 10 detik atau celupkan ke dalam air mendidih selama 4-10 menit, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Cocok digunakan untuk mengurangi otot yang tegang, sakit punggung, sinusitis dan keram saat menstruasi.
Masukan Sella Hot/Cold Pack ke dalam microvawe selama 10 detik atau celupkan ke dalam air mendidih selama 4-10 menit, lalu tempelkan pada bagian yang sakit. Cocok digunakan untuk mengurangi otot yang tegang, sakit punggung, sinusitis dan keram saat menstruasi.
5.
Pembahasan
Pada
saat praktikum hanya menggunakan beberapa alat saja, yaitu SWD (Short Wave
Diathermy), dan Hot/Cool Pack.
1) SWD
(Short Wave Diathermy)
Pada alat yang pertama menggunakan
SWD (Short Wave Diathermy), sebelum diberikan SWD (Short Wave Diathermy)
pasien/probandus diberikan handuk dibagian lumbal atau yang akan diberikan
perlakuan. Pada saat diberikan perlakuan pasien/probandus merasakan hangat pada
bagian yang diberikan perlakuan.
2) Hot/Cool
Pack.
Pada alat yang kedua menggunakan
Hot/Cool Pack, sebelum diberikan perlakuan pasien/probandus diposisikan dengan
senyaman mungkin dan kemudian diberikan Hot/Cool Pack. Pada saat diberikan
perlakuan pasien diberikan Hot/Cool Pack dibagian leher karena merasakan pegal
pada bagian leher. Dan pasien/probandus merasakan relaksasi/perlemasan pada
bagian otot leher yang pegal tadi.
a. SWD
(Short Wave Diathermy)
-
Fungsi alat
·
Melancarkan perederan darah
·
Mengurangi spasme pada otot
·
Meningkatkan kelenturan pada jaringan
lunak dan
·
Mempercepat penyembuhan pada radang
-
Indikasi alat
Pada alat SWD (Short
Wave Diathermy) tidak dinjurkan untuk pasien yang mengalami kasus seperti :
·
Peradangan sehabis trauma (trauma pada
musculoskeletal)
·
Nyeri pada musculoskeletal (pemendekan,
ketegangan, dan perlengketan otot jaringan)
·
Gangguan pada system peredaran darah
-
Kontraindikasi alat
·
Tidak dianjurkan untuk wanita yang
sedang hamil
·
Trauma akut
·
Gangguan sirkulasi pada darah
·
Edema
·
Scar yang besar
·
Gangguan sensibilitas
·
Gangguan kognitif dan komunikasi
sehingga sulit melaporkan nyeri
b. MWD
(Micro Wave Diathermy)
-
Fungsi alat
·
Memanaskan jaringan dan pembuluh darah
sehingga peradran pada darah menjadi lancer
-
Indikasi alat
·
Selektif pada pemanasan otot (jaringan
kolagen)
·
Spasme otot (efektif untuk sendi inter
phalangeal, metacarpal, pergelangan tangan, rheumathoid arthritis dan
osteoarthrosis).
·
Kelaianan pada saraf perifer (neuralgi
neutrisi)
-
Kontraidikasi alat
·
Gangguan pada pembuluh darah
·
Gangguan sensibilitas
·
Infeksi akut
·
Tidak dianjurkan untuk wanita yang
sedang hamil
c. US
(Ultra Sond)
-
Fungsi alat
·
Mengurangi ketegangan otot
·
Mengurangi rasa nyeri
·
Memacu proses penyembuhan collagen
jaringan
-
Indikasi alat
·
Peradangan trauma akut dan kronik
·
Jaringan parut (scar tissue) pada kulit
·
Ketegangan
·
Pemendekan dan perelngketan jaringan
lunak (otot, tendon, ligament)
·
Sirkulasi darah tidak lancer
·
Spasme
·
Frozen sholder
-
Kontraindikasi alat
·
Jaringan lembut (mata, ovarium, testis,
otak)
·
Jaringan yang baru sembuh
·
Jaringan/granulasi baru
·
Kehamilan
·
Daerah yang sirkulasi darahnya tidak
kuat
·
Infeksi bakteri
d. IR
(Infra Red)
-
Fungsi alat
·
Meningkatkan sirkulasi darah
·
Meningkatkan metabolism tubuh
·
Mengembangkan ph dalam tubuh
e. TENS
(Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation)
-
Fungsi alat
·
Mencegah artrofi pada otot dan
memelihara fisiologis otot
·
Re-edukasi otot
·
Nyeri pada tingakatan sensorik
·
Memperlancar peredaran darah
·
Mengulur tendon atau menambah Range Of
Motion (ROM)
-
Indikasi
·
Kondisi LMNL (Lower Motor Neuron Lesion)
baru yang masih
·
Kondisi sehabis trauma/operasi urat
syaraf
·
Pasca operasi tendon transverse
·
Keluhan pada nyeri otot
·
Peradangan sendi
·
Pembengkakan yang belum 10 hari
-
Kotraindikasi
·
Sesudah operasi tendon transverse
sebelum 3 minggu
·
Adanya rupture pada tendon/otot
·
Peradangan akut/pemderita dalam keadaan
panas
f. Paraffin
Bath
-
Fungsi alat
·
Mobilisasi sendi, dan massage
·
Memperlancar peredaran pada darah
·
Mengurngi rasa sakit
·
Menambah kelenturan jaringan perifer
·
Lingkup gerak sendi
·
Untuk tangan dan kaki
g. UV
(Ultra Violet)
-
Fungsi alat
·
Meningkatkan system pertahanan tubuh
·
Mempercepat penyembuhan luka terbuka
·
Penyakit kulit tertentu
-
Indikasi alat
·
Kondisi tubuh rendah (alergi, asmatis,
dan bronchitis)
·
Keterlambatan dalam pertumbuhan dan
aktifitas (anak premature, dan cerebral palsy)
·
Penyakit kulit karena jamur
·
Luka lama
·
Hipopigmentasi
·
Acne vulvagaris
-
Kontraindikasi
·
Penyakit akut (TBC, paru, dermatitis dan
exim)
·
Penderita yang sedang radio terapi
·
Penderita alergi terhadap sinar UV
6.
Kesimpulan
Pada
praktikum yang telah dilakukan kita dapat mengerti alat-alat dalam bidang
fisioterapi, kita juga dapat mengerti fungsi alat-alat fisioterapi, indikasi
dan kontra indikasi pada alat-alat yang telah dijadikan bahan praktikum.
Dan
pada praktikum yang telah dilakukan pasien/probandus sangat nyaman saat
diberikan perlakuan pada alat yang telah digunakan.
7.
Daftar Pustaka
-
Novalandawisda.blogspot.com/2016/05/alat-fisioterapi-untuk-penanganan.html?m=1
Dosen Pengampu : Ibu Jinten
Tidak ada komentar:
Posting Komentar